Seputar Kamera Fujifilm

FUJIFILM meluncurkan FUJIFILM X-A1: kamera FUJIFILM X denganlensa entry-level yang dapatsaling-tukar, kompak dan bergayadengan sensor APS-C CMOS yang besar dan EXR Processor II.

September 17, 2013

FUJIFILM Corporation (Presiden: Shigehiro Nakajima) hari ini mengumumkan peluncuran kamera berlensa yang dapat saling-tukar keempat, FUJIFILM X-A1. Tambahan terbaru untuk FUJIFILM X ini akan memperluas daya tarik bagi khalayak yang lebih luas; kamera ini ditempatkan sebagai kamera sistem kompak step-up dan ditujukan kepada pengguna yang ingin membeli tambahan bagi kamera sistem lensa dapat saling-tukar pertama miliknya.

Rangkuman Fitur Utama

  • X-A1 mempunyai ciri kompak dan ringan dari X-M1 yang baru-baru ini diluncurkan Fujifilm, tetapi kali ini mempunyai sensor APS-C CMOS dan EXR Processor II yang menawarkan penangkapan gambar yang berkualitas tinggi. Sensor APS-C CMOS besar 16 M untuk ekspresi nuansa yang kaya, menciptakan efek “bokeh” yang cantik, meningkatkan kisaran dinamis dan mendukung untuk maksimum ISO 25.600.
  • Hal ini sejalan dengan rancangan X yang kuat dari Fujifilm dan untuk pertama kali, Fujifilm memperkenalkan berbagai kisaran variasi warna untuk pencampuran. Dan dirancang untuk memungkinkan pengoperasian satu tangan dengan pemilihan fungsi intuitif dan cepat untuk pengambilan gambar kasual. Untuk mengejar hal tersebut, semua tombol dan tuas putar pengoperasian ditempatkan di sisi kanan panel belakang kamera. Dan, berkat tombol perekaman film, memulai/menghentikan perekaman film membuat sederhana menangkap film.
  • Dengan monitor LCD definisi tinggi yang dapat dimiringkan, lampu kilat dan Wi-Fi®(*6) built-in terhubung untuk transfer foto ke ponsel pintar (smartphone), FUJIFILM X-A1 mempunyai semua fitur yang dicari konsumen pada saat merambah ke kamera sistem kompak untuk pertama kalinya.

Detil Fitur
Sensor APS-C CMOS yang besar untuk menangkap kemeriahan warna sesungguhnya dan detil yang luar biasa

Sensor APS-C CMOS 16,3 megapiksel besar dari FUJIFILM X-A1 menangkap ekspresi bernuansa kaya, meningkatkan kisaran dinamis dan pengaturan sensitivitas hingga maksimum ISO 25600. Juga menawarkan kemampuan untuk menghasilkan efek “bokeh” yang cantik – efek keluar fokus estetis yang diciptakan pada saat mengambil gambar dengan kedalaman bidang dangkal.

  • Sensor akan memberikan gambar bersih dengan gangguan rendah bahkan dalam kondisi minim cahaya di malam hari dan di dalam ruangan dimana biasanya dibutuhkan sensitivitas tinggi. Sensor sanggup mereproduksi nuansa kulit alami dan warna hidup langit, dari biru tua sampai rona merah matahari terbenam.
  • Pengguna dapat mengatur sensitivitas sensor dari ISO200 biasa sampai setinggi ISO6400 dalam tahapan 1/3 langkah, dan bahkan dapat mengambil manfaat dari kisaran yang diperluas yaitu ISO100, ISO12800 dan ISO25600 untuk memperoleh gambar yang amat sangat bersih dan gangguan rendah bahkan di bawah langit bersih dan dalam cahaya minim atau di malam hari.

Waktu respon yang cepat dengan EXR Processor II dari Fujifilm

EXR Processor II menawarkan respon cepat dengan waktu start-up-nya 0,5 detik (*1), jeda waktu rana 0,05 detik dan kecepatan rentetan maksimum 5,6 bingkai per detik (maksimum 30 bingkai(*2)), anda tidak akan kecewa.

Dirancang untuk memungkinkan anda menyesuaikan pengaturan anda secara cepat dan mudah

Semua tombol atur dan tuas putar ditempatkan di sisi tangan kanan panel LCD belakang kamera guna mengejar pengoperasian yang optimal dan kemudahan penggunaan. Pada saat memegang kamera hanya dengan tangan kanan anda, tombol telah dirancang untuk memungkinkan anda mengakses semua fungsi dan untuk menyesuaikan pengaturan secara mudah.

  • Kamera dilengkapi dengan dua Tuas Putar Perintah (Command Dials), yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan bukaan, kecepatan rana dan kompensasi eksposur secara cepat dengan jempol mereka. Tombol individual juga disediakan untuk mengakses fungsi yang sering digunakan seperti Penyeimbang Warna Putih (White Balance), Mode Rentetan (Burst Mode) dan Macro, sehingga anda tidak harus pergi ke layar menu untuk mengubah pengaturan masing-masing, yang memungkinkan pengoperasian intuitif dan cepat.
  • Mode Tuas Putar (Mode Dial) memungkinkan anda untuk memilih pengaturan adegan optimal dengan akses ke mode [Advanced SR Auto], yang secara otomatis mengenali tipe adegan untuk fotografi fail-safe, dan fungsi [Advanced Filter] untuk menambahkan efek artistik ke foto anda.

Bodi ultra kompak dan ringan X-A1

Ini adalah kamera yang dirancang cukup kompak untuk dipakai disekitar leher anda, tanpa memberati anda terlalu banyak.

  • Hanya seberat 330 grams(*3) , FUJIFILM X-A1 adalah ringan dibandingkan dengan banyak kamera sistem lensa yang dapat saling-tukar, Namun pada saat yang sama menggabungkan sensor APS-C CMOS, monitor LCD definisi tinggi yang dapat dimiringkan, lampu kilat built-in, transfer gambar Wi-Fi®(*6)dan dudukan lampu kilat (hot shoe).
  • Dengan rasa FUJIFILM X, the FUJIFILM X-A1 menyerupai kamera FUJIFILM X-Pro1 dan FUJIFILM X-E1 yang populer tetapi kali ini kamera ini tersedia dalam tiga warna: Hitam, Biru dan Merah.
  • Untuk yang Hitam dan Biru dilapisi dengan pola lekukan dari kulit pada bodi. Dan, yang Merah dilapisi dengan kulit yang sama dengan kulit yang populer di FUJIFILM XF1. Lapisan kulit sintetis ini meningkatkan rasa kamera di tangan, dengan tekstur yang menyerupai kulit asli. Menyeimbangkan rancangan fungsionalitas dan gaya keren, dan untuk pengguna luas dapat digunakan

Mempunyai LCD 3-inci definisi tinggi 920.000 dot yang dapat dimiringkan untuk pengambilan gambar kreatif dan multi angle.

Layar LCD definisi tinggi 3-inci dimiringkan ke atas dan ke bawah memfasilitasi pengambilan gambar “pandangan mata cacing” pada bunga dan hewan peliharaan, serta memungkinkan anda menangkap gambar di udara di atas kerumunan orang.

Teknologi Super Intelligent Flash

Lampu kilat built-in presisi tinggi FUJIFILM X-A1, peringkat setara dengan Guide Number 7 (*4), menggunakan teknologi Super Intelligent Flash Fujifilm untuk mengatur jumlah cahaya apinya tergantung pada adegan. Dalam pengambilan gambar potret di dalam ruangan minim cahaya (atau untuk close up asesoris/piring makanan), lampu kilat mengontrol keluarannya untuk menurunkan potongan sorotan. Lampu kilat juga menyediakan lampu kilat dalam pengisian sempurna pada saat memotret orang dalam kondisi cahaya latar atau dibawah sinar matahari yang intens yang membentuk bayangan kuat pada muka, memastikan pengambilan gambar anda menyala secara sempurna.

  • Kamera konvensional
  • FUJIFILM X- A1

Transfer gambar nirkabel memungkinkan anda untuk langsung mentransfer gambar kualitas tinggi ke perangkat bergerak atau komputer

Fungsi transfer gambar nirkabel memungkinkan pengguna untuk mentransfer fotonya secara cepat ke ponsel pintar (smartphone) atau PC tablet. Fungsi ini menambah kenikmatan fotografi melalui pengunggahan gambar favorit anda secara mudah ke situs jaringan sosial atau memungkinkan anda untuk sekedar berbagi dengan teman anda.

  • Kamera ini mempunyai fungsi transfer gambar nirkabel built-in yang khusus menggunakan “FUJIFILM Camera App”, yang bisa diunduh bebas, untuk mentransfer dan menyimpan secara langsung foto favorit anda ke ponsel pintar atau PC tablet. Gambar cantik pilihan anda dapat ditransfer dengan tombol Wi-Fi®(*6) siap untuk diunggah ke SNS atau dibagi dengan teman-teman.
  • Pengguna dapat juga melihat dan mengimpor gambar dan video ke kamera dari ponsel pintar atau PC tablet. Fungsi ini dapat juga mengambil data lokasi dari ponsel pintar anda untuk menambahkan informasi ke gambar yang anda ambil.
  • Selain itu suatu fitur PC Autosave tersedia, melalui Wi-Fi®(*6), fitur ini menyediakan sarana yang sederhana untuk mem-back-up foto anda ke Komputer PC anda. Hanya meng-install piranti lunak “FUJIFILM PC Autosave” bebas ke komputer PC anda dan memilih yang mana folder untuk mem-back-up foto-foto yang anda inginkan, dan kemudian dengan menghubungkan router Wi-Fi®(*6) anda dan X-A1 anda telah menyiapkan penggunaan yang sangat mudah untuk mem-back-up foto anda di komputer PC anda. Keduanya sangat berguna dan penghemat waktu besar!

Jadilah kreatif dengan fotografi anda dengan menggunakan efek khusus populer dalam kamera

  • Dengan delapan Filter Terkini, pengguna dapat menambahkan efek khusus pada gambar yang diambil sebelumnya: yaitu Toy Camera (Kamera Mainan), Miniature (Miniatur), Pop Color (Warna Pop), High Key (Kunci Tinggi), Low Key (Kunci Rendah), Dynamic Tone (Nuansa Dinamis), Soft Focus (Fokus Lembut), dan Partial Color ((Warna Parsial) Merah/Oranye/Kuning/Hijau/Biru/Ungu). Kamera ini juga menawarkan mode Multi Eksposur yang memungkinkan anda untuk menumpuk suatu eksposur kedua diatas eksposur pertama untuk mendapat sentuhan yang benar-benar kreatif.
  • Selain itu, mode-mode Simulasi Film mempunyai lima efek berbeda yang meniru penampilan yang pernah ditangkap dengan film fotografi berbeda: yaitu PROVIA (standar) untuk reproduksi warna alami, Velvia (vivid/warna hidup) untuk nuansa jenuh, ASTIA (lembut) untuk graduasi lembut, Monokrom dan Sepia.

Merekam video HD penuh

FUJIFILM X-A1 merekam video (1920×1080) HD Penuh pada 30 bingkai per detik. Efek kreatif tambahan dapat digunakan pada saat pengambilan gambar video yang meliputi pilihan Simulasi Film (misalnya: Monokrom), dan “bokeh” cantik dapat dicapai dengan sensor APS-C CMOS yang mengunakan nilai pengaturan bukaan rendah. Dan, berkat tombol perekaman film, memulai/menghentikan perekaman film membuat sederhana menangkap film.

Kompatibilitas lensa FUJIFILM X Mount

Kompatibel dengan semua lensa Fujifilm X mount, FUJIFILM X-A1 khususnya cocok dengan dua lensa FUJINON XC yang telah diumumkan baru-baru ini. Kompak dan ringan, lensa-lensa XC telah dirancang untuk dipasangkan dengan kamera sistem kompak pemula dan kisaran menengah dan mencakup kisaran luas panjang fokus.

Lensa FUJINON XC16-50mmF3.5-5.6 OIS (setara dengan 24-76mm)(*5)

Lensa zoom FUJINON XC16-50mmF3.5-5.6 OIS (setara dengan 24mm-76mm)(*5) mencakup panjang fokus 24mm sampai 76mm(*5). Lensa ini ideal untuk berbagai tipe adegan yang meliputi pengambilan gambar di dalam ruangan, lansekap dan snapshot.

  • Terdiri dari 12 elemen kesemuanya kaca berkualitas tinggi dalam 10 kelompok yang meliputi 3 elemen asferis dan 1 elemen ED, memiliki tujuh bilah bukaan tepi melingkar, yang menawarkan 17 perhentian dalam 1/3 langkah untuk mengontrol bukaan presisi.
  • Menggunakan elemen lensa ringan dan motor langkah presisi tinggi telah memungkinkan Fujifilm untuk memberikan otofokus kecepatan tinggi. Terangkai dengan stabilisasi gambar optik, lensa FUJIFILM XC16-50mmF3.5-5.6 memastikan bahwa anda menangkap semua peluang bidikan anda.
  • Dirancang untuk melengkapi warna berbeda dan rancangan klasik keren dari kamera, lensa ini tersedia dalam dua pilihan warna: Hitam dan Perak.

Lensa FUJINON XC50-230mmF4.5-6.7 OIS (setara dengan 76-350mm) *5

Mengambil alih dimana lensa FUJINON XC16-50F3.5-5.6 OIS menyelesaikannya, kisaran zoom luas FUJINON XC50-230mmF4.5-6.7 OIS, mulai pada 76mm dan bergerak sampai 350mm(*5) dengan kinerja optik secara konsisten luar biasa melalui seluruh cara. Lensa 50-230mm yang kuat membuat anda menangkap subyek anda pada suatu jarak dengan sangat jelas.

  • Konfigurasi lensa 10 kelompok/13 elemen kesemuanya kaca meliputi 1 lensa asferis dan 1 lensa ED. Kinerja optik yang sangat baik dipastikan melalui stabilisasi gambar optik yang secara efektif meminimalisir kekaburan pada saat pengambilan gambar pada panjang fokus lebih panjang atau dalam cahaya minim.
  • Penurunan berat lensa fokus dikombinasikan dengan motor langkah presisi tinggi menjamin otofokus berkecepatan tinggi dan menekan setiap gangguan dari mekanisme zoom.
  • Lensa ini juga tersedia dalam dua warna berbeda, Hitam dan Perak.

Asesoris untuk FUJIFILM X-A1

  • Sarung Kulit: Secara khusus dirancang agar sesuai dengan FUJIFILM X-A1, sarung menawarkan perlindungan pada peralatan anda sementara juga memberikan sejumlah pegangan yang tepat dan hasil akhir premium kulit asli.
  • Pegangan Tangan: Secara ergonomis dirancang untuk mengejar pegangan sempurna.

Fitur Kunci FUJIFILM X-A1:

  • Sensor CMOS APS-C 16,3 megapiksel
  • EXR Processor II berkecepatan tinggi
  • Waktu start-up 0,5 detik (*1), jeda rana 0,05 detik and kecepatan rentetan maksimum 5,6 fps (maks. 30 bingkai*2)
  • Bodi ultra kompak dan ringan
  • LCD 3-inch yang dapat dimiringkan (definisi tinggi 920K-dots)
  • Lampu kilat built-in dengan teknologi Super Intelligent Flash Fujifilm
  • ISO200-6400 dalam langkah 1/3 bertahap (dan kisaran yang diperluas ISO100, ISO 12800 dan 25600)
  • Merekam video HD penuh pada 30fps
  • 49 titik posisi AF
  • Filter seni: 8 Filter Terkini ditambah 5 mode Simulasi Film
  • Pemrosesan RAW dalam kamera
  • Tombol Q untuk melihat daftar dari menu yang sering digunakan dan konfigurasi halus
  • Dudukan lampu kilat (hot shoe)
  • Transfer gambar nirkabel untuk ponsel pintar dan PC tablet melalui Aplikasi Kamera FUJIFILM
  • Konektivitas PC Autosave Wi-Fi®*6 ke komputer PC (untuk kemudahan mem-back-up gambar)
  • Tersedia dalam tiga warna: Hitam, Biru dan Merah
  • Kompatibel dengan semua lensa-lensa FUJIFILM X Mount
  • *1Mode Mulai Cepat.
  • *2Jumlah bingkai maksimum dapat dibidik dalam pengaturan JPEG, menggunakan kartu dengan kelas kecepatan SD “Kelas 10” atau yang lebih tinggi.
  • *3Termasuk baterai dan kartu memori, tidak termasuk lensa.
  • *4ISO200・m.
  • *5format setara 35mm.
  • *6Wi-Fi® adalah merek terdaftar dari Wi-Fi Alliance.

quoted : from FujiFilm Value Innovation

————————————————————-

 

Review Mirrorless FujiFilm XA3 : Mirrorless Compact dengan Fitur Mumpuni

Beberapa bulan sudah saya menggunakan kamera rilisan baru dari Fujifilm ini dan sepertinya saya harus menulis review mirrorless Fujifilm XA3 berdasarkan performa setelah saya gunakan.

Kamera ini merupakan rilisan terbaru yang melanjutkan seri sebelumnya, Fujifilm XA2. Rilis pada Agustus 2016 namun baru masuk Indonesia sekitar November 2016. Pembaharuan dari XA2 ke XA3 ini memang banyak dinanti-nanti, mengingat popularitas FujiFilm XA2 sebelumnya begitu tinggi, laris manis tanjung kimpul.

Saya memang pengikut setia seri Fujifilm seri XA sejak seri XA1 rilis. Mirrorless Fujifilm seri XA ini bagi saya kecil-kecil cabe rawit dan kamera yang ideal untuk saya. Itulah mengapa ketika seri-seri berikutnya muncul maka saya terus mengikutinya dan setia dengan seri XA, mulai dari XA1, XA 2 sampai XA3 sebagai kamera utama.

Sejatinya Fujifilm seri XA memang seri entry level, diperuntukkan bagi orang-orang yang baru belajar memotret atau ingin mencoba menggunakan mirrorless. Itulah kenapa fitur-fitur dan displaynya dibuat sederhana, supaya orang bisa dengan cepat belajar menggunakan kamera ini.

Impresi menggunakan kamera ini menyenangkan dan semoga review mirrorless Fujifilm XA3 ini bisa menjadi acuan untuk memilih kamera yang cocok untuk traveling. Berikut beberapa poin-poin review mirrorless Fujifilm XA3 yang menurut saya sangat signifikan perubahannya :

Pembaruan Sensor, 24 MP!

Sensor yang digunakan kamera Fujifilm XA3 ini masih sama menggunakan APSC, namun resolusinya ditingkatkan menjadi 24 MegaPixel. Ukuran resolusi 24 MP ini sama dengan ukuran resolusi pixel untuk Fujifilm XT2 dan XPro2, seri pro dari mirrorless Fujifilm seri X.

Ini merupakan bukti bahwa untuk kamera entry level pun FujiFilm tidak main-main. Dengan memberikan fitur yang ada di kelas tertinggi pada kamera entry level, dengan demikian pengguna Fujifilm seri XA3 bisa merasakan pengalaman menggunakan resolusi piksel yang sama dengan Fujifilm XT2 dan XPro2.

Sebelum senja

Gampangnya, dengan sensor dan resolusi baru ini gambar yang dihasilkan jauh lebih jernih dan kualitasnya jauh lebih bagus dibandingkan seri sebelumnya. Bayangkan, kamera entry level dengan sensor dan resolusi setara kamera pro.

Touchscreen

Fitur baru yang patut dicoba adalah touchscreen LCD. Pada mirrorless Fujifilm XA3 fitur tilt  LCD yang menjadi ciri khas seri XA dipertahankan namun dengan menambah fitur touchscreen pada LCD tersebut.

Fitur touchscreen pada XA3 sendiri bisa digunakan untuk mengakses menu yang ada pada LCD sampai berfungsi sebagai shutter untuk mengambil gambar.

Untuk soal pengambilan gambar, fitur touchscreen ini bermanfaat sekali terutama ketika menentukan titik fokus. Perlu diketahui bahwa titik fokus pada mirrorless XA3 ini bertambah menjadi 77 titik fokus dari 49 titik fokus pada Fujifilm XA2.

Layar sentuh yang ada pada kamera mirrorless FUjifilm XA3 memang sangat memudahkan saat mengambil gambar. Shutter bisa diset dengan menyentuh layar, pemilihan titik fokus juga bisa dilakukan dengan menyentuh layar, sangat gampang.

Film Simulation dan Kualitas JPEG 

Pada kamera ini Fujifilm menambahkan beberapa Film Simulation yang sebelumnya tidak ada di seri XA2, seperti Pro Neg Hi, Pro Neg Standard, Monochrome+Ye, Monochrome+R, dan Monochrome+G. Dengan opsi tersebut eksplorasi hasil foto bisa lebih maksimal. Seperti yang kita tahu, fitur Film Simulation adalah fitur yang menjadi ciri khas Fujifilm.

Selain menambah film simulation, Fujifilm juga meningkatkan kualitas hasil JPEG pada kamera ini. Jadi kualitas JPEG ini pun sudah bagus jika ingin langsung diunggah di media sosial atau keperluan lain.

SOOC – Classic Chrome

Selain dua fitur tadi saya merasa warna-warna yang muncul di FujiFilm XA3 sudah sangat instagrammable. Dibandingkan dengan seri sebelumnya saat diunggah di instagram warna-warna yang ada di Fujifilm XA3 dengan settingan tertentu sudah bisa langsung diunggah / SOOC tanpa perlu tambahan filter-filter atau edit dengan aplikasi lainnya.

SOOC – Velvia
SOOC – Velvia
SOOC – Velvia

Selfie Mode

Saat rilis dengan berbagai warna body yang cantik sepertinya target market untuk kamera ini adalah perempuan. Namun selain soal warna body, ada satu fitur yang akan disukai oleh perempuan, selfie mode.

Jadi begini, selain soal tilt LCD dan touchscreen, untuk selfie Fujifilm XA3 sudah membenamkan fitur eye detection dan potrait enhancer. Secara otomatis jika LCD masuk ke selfie mode, autofokus kamera akan langsung mendeteksi dan memfokuskan pada mata, lalu potrait enchancer akan mengubah pengaturan cahaya pada wajah menjadi lebih cerah.

Dengan touchscreen LCD selfie juga lebih enak karena bisa langsung menyentuh layar sebagai shutter, tanpa perlu repot-repot memencet tombol shutter lagi.

Compactness

Satu yang saya suka dari Fujifilm XA3 adalah bentuknya yang ringkas. Sama juga halnya dengan seri XA yang saya pilih karena bentuknya yang ringkas dan enteng. Fujifilm XA3 bodynya lebih enteng daripada FujiFilm XA3, namun selain soal body, ada hal-hal yang membuat Fujifilm XA3 lebih compact.

Slot HDMI dan charger

Pertama adalah soal pengisi dayanya. Jika dulu pengisi dayanya adalah pengisi daya konvensional, di mana saya harus melepas baterai dari kamera, maka sekarang Fujifilm XA3 diganti dengan pengisi daya yang terkoneksi langsung ke kamera. Perubahan ini juga membuat saya tak perlu repot saat kehabisan daya baterai saat memotret, saya bisa menyambungkan langsung ke powerbank.

Lalu yang kedua, dari Fujifilm XA3 lebih ringan dibandingkan FujiFilm XA2. Ada sedikit perubahan bentuk yang menjadi lebih ergonomis. Lebih nyaman saat digenggam. Sementara itu hanya ada sedikit perubahan pada tombol dan menu, bagi pengguna seri XA2 pasti akan langsung bisa beradaptasi dengan kamera ini.

Electronic Shutter

Ini fitur favorit saya di kamera ini, apalagi saat ini saya sedang gandrung-gandrungnya dengan Street Photography. Dengan Electronic Shutter saya bisa memfoto dengan senyap dan cepat. Selain itu Electronic Shutter juga bisa digunakan untuk memotret malam hari atau yang membutuhkan tripod dan minim goyangan.

Secara umum Electronic Shutternya cepat dan responsif, kemampuannya mampu merekam gambar sampai batas maksimal kecepatan shutternya adalah 1/32000s. Jadi dengan demikian saya bisa merekam gambar dengan leluasa, mulai dari yang butuh speed cepat sampai lambat.

Senja tiba

Sekali lagi, fitur ini sangat memudahkan. Bagi yang ingin merasakan klasiknya shutter mekanik tinggal setting di bagian shutter setting, bisa disetting mekanik saja, atau dua-duanya.

Testimoni Setelah Penggunaan

Apa sih yang saya dapat setelah menggunakan kamera ini? Berikut beberapa highlight pribadi terkait review mirrorless Fujifilm XA3.

Pertama, selama beberapa bulan menggunakan kamera ini untuk foto-foto baik portrait, street photography, food maupun landscape memang terasa benar peningkatan performanya. Dengan daleman yang sama dengan XT2 dan XPro2 proses memotret menjadi lebih mudah dan cepat, perlu diakui hal yang paling saya suka dari kamera ini adalah peningkatan autofokus yang menjadi lebih cepat dan titik fokus yang bertambah.

Bagi saya dua hal ini yang sangat penting bagi saya. Dengan peningkatan pada dua hal tadi, saya bisa memotret lebih banyak hal dan bereksplorasi lebih dari sisi teknik, gaya dan angle foto.

Landscape – dengan lensa 16-50.

Kedua, jika suka memotret makanan, makro atau mencari bokeh, mirrorless Fujifilm XA3 dengan lensa bawaannya XC 16-50 ini cukup memadai. Karena kecenderungan memotret makanan adalah memotret dari jarak dekat, mirrorless Fujifilm XA3 memiliki kemampuan untuk tetap fokus sampai jarak 7 cm dari objek. Peningkatan fitur ini membantu sekali bagi yang hobi memotret makanan atau makro. Hal yang tidak didapatkan dari seri sebelumnya.

Moto makanan

Ketiga, karena saya suka membawa membawa kamera ini untuk traveling dan pergi ke tempat-tempat ekstrim, kamera ini bandel dan ringan. Dengan 2 atau 3 lensa saya bisa bepergian dengan membawa kamera ini tanpa perlu repot dengan beban yang terlalu berat. Daya tahan juga bandel sekali, saya sudah membawa kamera ini hujan-hujanan, jatuh, pantai, gunung, sampai saya bawa overland. Tidak ada masalah sama sekali.

Keempat, firmware baru sangat responsif, juga cocok dengan hampir semua lensa yang ada di lini lensa Fujifilm. Sampai saat ini saya sudah mencoba Fujifilm XA3 ini dengan lensa 16-50, 18-55, 10-24, 35 f2, 18 f2, 23 f1.4 dan hampir semuanya tidak ada masalah.

Masjid Raya Pontianak dengan lensa 10-24

Saran

Kamera ini sangat pas untuk yang mencari kamera mirrorless entry level namun dengan kualitas  bagus. Bagi yang ingin mencoba fitur-fitur dan warna khas Fujifilm, kamera ini cocok untuk dipinang. Apalagi buat para food photographer, beauty blogger, kamera ini sudah mengakomodasi kebutuhan fotografi makanan, selfie, hingga portrait.

Saya juga selalu bilang bagi saya pribadi Fujifilm XA3 ini sudah memenuhi kebutuhan fotografi saya untuk traveling, untuk blog sampai untuk kebutuhan komersial. Selain itu faktor slim dan compactnya kamera ini menjadi favorit saya kenapa sebagai seorang travel blogger saya masih bertahan menggunakan seri XA dan tak beralih ke seri lainnya.

So, jika memiliki budget di bawah 10 juta, sejauh ini mirrorless keluaran Fujifilm ini bisa menjadi pilihan terbaik.

Tabik.

Spesifikasi lengkap : Fujifilm XA3

———————————————–

Summary

The Fujifilm XE3 is a mid-range mirrorless camera, aimed at enthusiasts who want the quality and lenses of the X-system in a compact body. It shares the rangefinder styling of its four year-old predecessor, the XE2, with the same electronic viewfinder in the corner, but updates the sensor to the latest 24 Megapixel X-Trans III with greatly improved autofocus. The screen remains fixed in position but is now touch-sensitive and complemented by an AF joystick. There’s also Bluetooth in addition to Wifi and the XE3’s body is also slightly smaller and lighter, making it the most compact model with an X-mount, viewfinder and X-Trans III.

Support Cameralabs!

Pre-order the Fujifilm XE3 at B&H or if you find this preview useful, treat me to a coffee!

Fujifilm XE3 preview

The Fujifilm XE3 is a mid-range mirrorless camera, aimed at enthusiasts who want the quality and lenses of the X-system in a compact body. Announced in September 2017, the XE3 is the successor to the four year-old XE2, and like that model features a rangefinder-styled body with an electronic viewfinder (0.62x / 2360k dot OLED) built-into the corner. Fujifilm has however shrunk the body a little while packing it with its latest technology.The XE3 becomes the latest model to sport Fujifilm’s 24 Megapixel X-Trans III, an APSC sensor with embedded phase-detect autofocus. Its quality and performance are already well-known from the X-Pro2, XT2 and XT20, although it comes with autofocus enhancements arriving as firmware updates for the other bodies. Like the XT20, the 3in / 3:2 screen is touch-sensitive, although now supports gesture controls in playback like pinching and swiping. While you can use the touchscreen to adjust the AF area, the XE3 also offers the joystick of the X-Pro2 and XT2, uniquely equipping it with the best of both Worlds. Unlike the XT models though, the screen is fixed in place and doesn’t tilt-out.

Like the XT2 and XT20, the XE3 can shoot 4k video at 24, 25 or 30p for up to ten minutes, or 1080p up to 60p for 15 minutes; unlike the XT2 though there’s no optional battery grip to extend clip length. In addition to Wifi, the XE2 becomes Fujifilm’s first body to offer an always-on low-power Bluetooth link to your smartphone; I’m confirming the capabilities but sincerely hope it’ll provide GPS tagging which updates with your location unlike Fujifilm’s previous Wifi implementation. The body, at 121x74x43mm and 337g including battery, is a little thinner and narrower than the XE2(S) and a fraction lighter too, although if you’d like more to hold onto, the optional MHG-XE3 boosts the height and grip a little while providing a dove-tailed base (albeit not for portrait shooting like an L-bracket). Like all Fujifilm bodies to date, there’s no built-in stabilisation, with the XE3 instead relying on optical stabilisation on some lenses. Keep reading for more details, or if you’re already convinced, you can pre-order the Fujifilm XE3 from B&H!

 

fujifilm-xe3-angled1

There’s a lot of overlap between the XE3 and XT20, and both bodies cost roughly the same. I love having the Bluetooth and AF joystick on the XE3, but would miss the tilting screen of the XT20; ultimately a lot will boil down to your preferences on body styling and viewfinder position. I hope to publish some hands-on experience with the XE3 soon, but in the meantime, the body is expected later this month at a price of $899 USD / 849 GBP or in kits with the XF 23mm f2 for $1149 USD / 1149 GBP or with the XF 18-55mm for $1299 USD / 1249 GBP. Fujifilm also launched a new XF 80mm f2.8 R LM OIS WR Macro lens (costing 1249 GBP in November 2017) along with an updated roadmap unveiling a new ultra wide XF 8-16mm f2.8 R LM WR zoom and a new XF 200mm f2 LM OIS WR telephoto, both slated for sometime in 2018.

PS – if you find my work useful don’t forget you can support me when you shop for anything at eBayB&H or Adorama by first clicking through to them using the links here – it works for anything you order at any time, or alternatively you could treat yourself to my or treat me to a coffee!Thanks!

fujifilm-xe3-rear1

fujifilm-xe3-top1

Categories: Hi-Tech

Comments are closed

Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu