cold brew coffe

                                     
Is it true that cold brew is healthier?
By: Anindhita Maharrani |
FOR FURTHER INFORMATION, FOLLOW US IN SOCIAL MEDIA
Coffee cold brew.
The popularity of coffee as a beverage not only increased in the west, but also in Indonesia.
One type of coffee that has been in recent years is the cold brew. This drink is identical to the millennial.
In the United States, this cold coffee sales figure increased by 115 percent in just one year. They are most crave coffee snacks cold brew is 66 percent millennial and 34 percent of generation X.

For those of you who do not know cold brew, this coffee is different from ice coffee. Ice coffee is nothing more than a glass of ice that is smothered in coffee without the element of art, in contrast to the manufacture of cold brew coffee according to the snob coffee.
This cold coffee is made by depositing the beans in water with room temperature or cold for 12 to 24 hours. Like soaking the tea bags in the water, it’s just using coffee and large size.
What makes cold brew so popular? According to the pengukanya, cold coffee is not just better than hot coffee, but also healthier.
Is it true? Let’s probe.

Studies have shown that hot brewed coffee as usual can increase levels of LDL or bad cholesterol in some people. However, reported by Livestrong, this increase in cholesterol does not seem limited to hot coffee alone.
Cafestol and kahweol are two chemical compounds known as diterpenes, a natural part of the oil in coffee. Both increase serum concentrations of cholesterol and triglycerides in the body.

According to a report presented in the Journal of the Royal Society of Medicine in 1996, they also affect the integrity of liver cells.
Well, filtering coffee is the same as eliminating cafestol and kahweol. However, coffee brewed with cold water can not dissolve as if brewed with hot water. This causes the taste of coffee is not too acidic, but certain compounds in coffee beans are also not soluble if brewed with cold water.

It took further study to ascertain whether cold chilling removes or minimizes diterpenes.
Meanwhile, judging by the content of caffeine, the ratio of coffee and water to brewing brew is about 1: 6. While if brewed with drops technique, 1:20.

However, comparing the levels of caffeine in coffee brewed with various techniques is certainly influenced by several factors of the variable. For example, the type of coffee beans, the amount used, how long you soak it, and how much is mixed with water or cream.

However, cold brew does tend to contain less caffeine than drip coffee.
Given the nutritional aspect, a lot of research is trying to find out the benefits of drinking coffee for health. Most focus on the content in coffee that is able to absorb inflammation and rich in antioxidants.

Up to now there is no valid evidence to suggest that a glass of cold brew contains higher or lower antioxidants. Even so, considering the possibility of more acid and coffee oil dissolved in the cold-chilled process, it could be even less antioxidant content.

Not only that, diet nutritionist Gina Keatley states that cold brew also has a lower acidity level than regular coffee. “This is because the oils, acids, and aromatic molecules in the coffee beans are easily extracted at a temperature of 195 to 205 degrees Celsius,” he said.

Meanwhile, according to Joan Salge Blake, RD author of Nutrition & You and a professor at Boston University, coldbrew is more friendly for digestion. Especially for those who are sensitive to stomach problems.

Because the level of acidity is lower than regular coffee, it feels better. Therefore, no additional supplements such as milk, sugar, or cream to disguise sour or bitter taste.

As we have seen, there are limits to sugar and other sweetener consumption for health reasons. Reducing it certainly can affect good health.
In conclusion, for caffeine drinkers who seek stomach-friendly coffee with less caffeine, cold brew is the right choice. However, if you drink coffee in order to increase your nutritional intake, you should look for other sources.

*quoted_beritagar.id
Google Terjemahan untuk Bisnis:Perangkat PenerjemahPenerjemah Situs Web

 Ind.translate——————————————————————

Benarkah cold brew lebih sehat?

Kopi cold brew.
Kopi cold brew.
© TB studio /Shutterstock

Popularitas kopi sebagai minuman tak hanya meningkat di barat, tapi juga di Indonesia.

Salah satu jenis kopi yang mengetren beberapa tahun belakangan ini adalah cold brew. Minuman ini identik dengan kaum milenial.

Di Amerika Serikat, angka penjualan kopi seduh dingin ini meningkat sampai 115 persen dalam waktu satu tahun saja. Mereka yang paling doyan jajan kopi cold brew adalah 66 persen milenial dan 34 persen generasi X.

Bagi Anda yang belum mengenal cold brew, kopi ini berbeda dengan es kopi. Es kopi tak lebih dari segelas es yang disiram kopi tanpa unsur seni, berbeda dengan pembuatan kopi cold brew menurut para coffee snob.

Kopi seduh dingin ini dibuat dengan mengendapkan biji kopi di dalam air dengan suhu ruangan atau dingin selama 12 sampai 24 jam. Ibarat merendam kantung teh dalam air, hanya saja ini menggunakan kopi dan ukurannya besar.

Apa yang membuat cold brew begitu populer? Menurut para penyukanya, kopi dingin ini tak sekadar lebih enak daripada kopi panas, tapi juga lebih sehat.

Benarkah klaim tersebut? Mari menelisik.

Studi telah menunjukkan bahwa kopi yang diseduh panas seperti biasa dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat pada sebagian orang. Namun, dilansir Livestrong, peningkatan kolesterol ini tampaknya tidak terbatas pada kopi panas saja.

Cafestol dan kahweol adalah dua senyawa kimia yang dikenal sebagai diterpenes, bagian alami dari minyak dalam kopi. Keduanya meningkatkan konsentrasi serum kolesterol dan trigliserida dalam tubuh.

Menurut laporan yang dipresentasikan dalam Journal of the Royal Society of Medicine pada 1996, keduanya juga memengaruhi integritas sel-sel hati.

Nah, menyaring kopi sama saja menghilangkan cafestol dan kahweol. Namun, kopi yang diseduh dengan air dingin tak bisa larut seperti jika diseduh dengan air panas. Ini menyebabkan rasa kopi tak terlalu asam, namun senyawa tertentu dalam biji kopi juga tak bisa larut jika diseduh dengan air dingin.

Butuh studi lebih lanjut untuk memastikan apakah seduh dingin menghilangkan atau meminimalkan diterpenes.

Sementara itu, dilihat dari kandungan kafein, rasio perbandingan kopi dan air pada teknik seduh cold brew adalah sekitar 1:6. Sementara jika diseduh dengan teknik tetes, 1:20.

Namun, membandingkan kadar kafein dalam kopi yang diseduh dengan berbagai teknik tentu dipengaruhi oleh beberapa faktor dari variabel. Misal, jenis biji kopi, jumlah yang digunakan, berapa lama Anda merendamnya, serta berapa banyak yang dicampur dengan air atau krim.

Namun, cold brew memang cenderung mengandung lebih sedikit kafein dibandingkan drip coffee.

Menilik aspek nutrisi, sudah banyak riset yang mencoba mencari tahu manfaat minum kopi bagi kesehatan. Kebanyakan berfokus pada kandungan dalam kopi yang mampu meredam peradangan dan kaya antioksidan.

Hingga kini belum ada bukti valid yang menunjukkan bahwa segelas cold brew mengandung antioksidan lebih tinggi atau lebih rendah. Pun demikian, mengingat kemungkinan lebih banyak asam dan minyak kopi yang larut dalam proses seduh dingin, bisa jadi kandungan antioksidannya pun lebih sedikit.

Bukan hanya itu, ahli nutrisi diet Gina Keatley menyatakan bahwa cold brew juga memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dari kopi seduh biasa. “Ini terjadi karena berbagai minyak, asam, dan molekul aromatik di dalam biji kopi dengan mudah terekstraksi pada suhu 195 sampai 205 derajat Celsius,” jelasnya dilansir Huffington Post.

Sementara menurut Joan Salge Blake, RD penulis Nutrition & You dan profesor di Boston University, coldbrew memang lebih bersahabat untuk pencernaan. Terutama bagi mereka yang sensitif terhadap masalah perut.

Karena tingkat keasamannya lebih rendah dari kopi seduh biasa, rasanya pun lebih enak. Oleh sebab itu, tak perlu tambahan lain seperti susu, gula, atau krim untuk menyamarkan rasa asam atau pahit.

Seperti telah kita ketahui, ada batas konsumsi gula dan pemanis lain karena alasan kesehatan. Menguranginya tentu dapat berefek baik bagi kesehatan.

Kesimpulannya, bagi peminum kafein yang mencari kopi ramah perut dengan kafein lebih sedikit, cold brew adalah pilihan tepat. Namun, jika Anda minum kopi dalam rangka menambah asupan bernutrisi, sebaiknya Anda mencari sumber lain.

*quoted-from beritagar.id

BACA JUGA

Categories: Health

Comments are closed

Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu