After 9 Years, Indonesia Finally Try Broadcast

Foto: Internet

After 9 Years, Indonesia Finally Jajal Digital Broadcast
Achmad Rouzni Noor II – detikInet
Share 0Tweet 0Share 00 Comments
Photo: Internet Photo: Internet
Jakarta – After nine years of Broadcasting Rules stalled in the DPR, Menkominfo Rudiantara finally took bold steps to encourage the testing of digital broadcasting.

The Minister, who is familiarly called Chief RA, has also given permission to test digital television broadcasts to newcomers in the broadcasting industry with the status of Private Broadcasting Institution (LPS).

Broadcast trials can start from mid June 2016 to 15 December 2016 in 20 regions. When required the test time can be extended.

This opportunity was also partly utilized by NT Corp’s Nusantara TV through its subsidiary Nusantara Media Mandiri, to conduct trials of IPV digital broadcast on June 28, 2016.

According to Nurdin Tampubolon, President Commissioner of NTV, Indonesia is already late in the process of migrating analog TV broadcast to digital (analog switch off / ASO). Whereas in other countries, the process of analog to digital migration has been implemented.

“Migration of broadcast from analog to digital in Indonesia is urgent to do, because in terms of technology is considered better than analog broadcasting and does not require expensive,” he said.

“If I see, we are already very far behind, the whole world is now starting to implement digital broadcasts, but because of the conglomeration of this television media, we are too late,” he continued in a press statement on Thursday (30/06/2016).

Therefore, NTV urges the government and related institutions to immediately complete regulations relating to the Broadcasting Law, so that all television stations can immediately migrate from analog to digital.

“The government and the House of Representatives must immediately resolve it.This digital broadcasting is a necessity because we have been left behind for a long time, it has been nine years of Broadcasting Bill stuck in the DPR,” said Nurdin.

According to Nurdin, as a television station that has been broadcasting digital broadcasting, it was only given digital broadcasting trials over the next six months by the government until the regulation of the Broadcasting Act was finalized by the House of Representatives.

If the regulation is completed, he added, the government will distribute set top boxes (STB) to people who still use analog broadcasts to switch to digital. Even if there is to buy, the price is claimed not expensive.

“Later the government will provide the set top box to the public, so we will continue to push for the regulation to be completed,” said Nurdin believes people are ready to migrate.

He also explained, Nusantara TV has been conducting trials of digital broadcast simultaneously in five cities, namely in Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Medan and Batam. Until the end of the year targeted can also be tested in 12 cities in Indonesia.

This trial of terrestrial digital broadcasting itself is non commercial and with a trial period of six months. The trial of this digital television broadcast will involve stakeholders, KPI, LPP TVRI, content providers and the device industry.

There are 20 locations that can be used as a trial service area, which has been built TVRI multiplexing infrastructure. From here we can test technical and non technical aspects such as device performance and multiplexing broadcasting systems, network planning and configuration of SFN, MFN, and / or SFN and MFN combined. (rou / rou)
Google Terjemahan untuk Bisnis:Perangkat PenerjemahPenerjemah Situs Web

* QUOTED FROM : DETIKNET.COM

IND.TRANSLT ——————————-

Setelah 9 Tahun, Indonesia Akhirnya Jajal Siaran Digital

Achmad Rouzni Noor II – detikInet

Foto: InternetFoto: Internet

Jakarta – Setelah sembilan tahun lamanya RUU Penyiaran tertahan di DPR, Menkominfo Rudiantara akhirnya mengambil langkah berani untuk mendorong uji coba siaran digital.

Menteri yang akrab disapa Chief RA itu juga telah memberikan izin uji coba siaran televisi digital kepada para pendatang baru di industri penyiaran yang berstatus sebagai Lembaga Penyiaran Swasta (LPS).

Uji coba siaran mulai bisa dilakukan terhitung sejak pertengahan Juni 2016 hingga 15 Desember 2016 di 20 wilayah. Bila diperlukan waktu pengujian bisa diperpanjang.

Kesempatan ini pun ikut dimanfaatkan oleh Nusantara TV milik NT Corp melalui anak usahanya Nusantara Media Mandiri, untuk melakukan uji coba siaran digital perdana NTV pada 28 Juni 2016.

Menurut Nurdin Tampubolon, Presiden Komisaris NTV, Indonesia sudah terlambat dalam proses migrasi siaran TV analog ke digital (analog switch off/ASO). Padahal di negara-negara lain, proses migrasi analog ke digital sudah dilaksanaan.

“Migrasi siaran dari analog ke digital di Indonesia sudah mendesak untuk dilakukan, karena dari sisi teknologi dinilai lebih baik dibandingkan siaran analog dan tidak memerlukan biaya yang mahal,” ujarnya.

“Kalau saya melihat, kita ini sudah tertinggal sangat jauh. Seluruh dunia kini sudah mulai menerapkan siaran digital, tetapi karena adanya konglomerasi media televisi ini, kita jadi terlambat,” lanjutnya dalam keterangan pers, Kamis (30/6/2016).

Untuk itu, NTV mendesak kepada pemerintah dan lembaga terkait untuk segera merampungkan regulasi yang berkaitan dengan UU Penyiaran, sehingga seluruh stasiun televisi dapat secepatnya melakukan migrasi dari analog ke digital.

“Pemerintah dan DPR harus segera menyelesaikan itu. Siaran digital ini suatu keniscayaan karena kita sudah tertinggal lama, sudah sembilan tahun RUU Penyiaran tertahan di DPR,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, sebagai stasiun televisi yang sudah mengudara melakukan siaran digital, pihaknya hanya diberi uji coba siaran digital selama enam bulan ke depan oleh pemerintah hingga regulasi UU penyiaran dirampungkan oleh DPR.

Jika regulasi itu rampung, lanjut dia, maka pemerintah akan membagikan set top box (STB) kepada masyarakat yang masih menggunakan siaran analog untuk beralih ke digital. Kalaupun ada yang harus beli, harganya diklaim tidak mahal.

“Nanti pemerintah yang akan memberikan set top box itu kepada masyarakat. Karena itu kami akan terus mendorong agar regulasi ini rampung,” papar Nurdin meyakini masyarakat sudah siap untuk melakukan migrasi.

Ia pun menjelaskan, Nusantara TV sudah melakukan uji coba siaran digital secara serempak di lima kota, yakni di Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Medan dan Batam. Hingga akhir tahun ditargetkan juga bisa diuji di 12 kota di Indonesia.

Uji coba siaran digital terrestrial ini sendiri bersifat non komersial dan dengan masa laku uji coba selama enam bulan. Uji coba siaran televisi digital ini akan melibatkan para pemangku kepentingan yaitu KPI, LPP TVRI, penyedia konten dan industri perangkat.

Ada 20 lokasi yang bisa dijadikan wilayah layanan uji coba, yang telah terbangun infrastruktur multipleksing TVRI. Dari sini kita bisa diuji aspek teknis dan non teknis seperti kinerja perangkat dan sistem penyiaran multipleksing, perencanaan dan konfigurasi jaringan SFN, MFN, dan/atau gabungan SFN dan MFN. (rou/rou)

* quoted from detiknet.com

Politisi Hanura Bangun Nusantara TV0

  
engguntingan pita peresmian Soft Launching oleh KPI DKI Ramli Sirait disaksikan oleh Dirut NTV Randy Monthonaro (10/11/2015).
Pengguntingan pita peresmian Soft Launching oleh KPI DKI Ramli Sirait disaksikan oleh Dirut NTV Randy Monthonaro (10/11/2015).

7

engguntingan pita peresmian Soft Launching oleh KPI DKI Ramli Sirait disaksikan oleh Dirut NTV Randy Monthonaro (10/11/2015).
Pengguntingan pita peresmian Soft Launching oleh KPI DKI Ramli Sirait disaksikan oleh Dirut NTV Randy Monthonaro (10/11/2015).

JAKARTA, KABARJAKARTA.COM- Satu lagi tv digital skala nasional berdiri, tv ini diberi nama Nusantara TV (nusantaratv.com) atau NTV yang resmi melakukan siaran secara streaming (live streaming) perdana, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2015.

Soft launching Nusantara TV dikemas dengan acara sederhana melalui pelepasan balon NTV disaksikan para direksi NTV dan tamu kehormatan Prof. Dr. Otto Hasibuan SH, mantan ketua Umum PERADI, Ketua KPID DKI Ramli Sirait dan Sekjen Partai Hanura, Berliana

“Acara ini menandai tahapan kesiapan mengudaranya NTV di ranah penyiaran digital FTA (Free To Air) untuk dapat berkontribusi di bidang penyaran yang lebih berkualitas bagi masyarakat Indonesia dalam mendukung Trisakti dan Nawa Cita Presiden RI Bapak Joko Widodo, dan juga membangun NKRI dari desa/pinggiran dalam meningkatkan daya saing industri nasional.”kata Pujatmoko dari PT SMN (NT CORP). NT Corp adalah perusahaan yang menaungi NTV.

Dijelaskan, NTV sendiri merupakan anak usaha dari NT Corp, yang berpelepasan balon NTV disaksikan para direksi NTV dan tamu kehormatan OC Hasibuan, Ketua KPID DKI Ramli Sirait, Sekjen Partai Hanura Berliana Kartakusumagerak di bidang industri peyiaran tv digital sesuai dengan izin prinsip penyiaran yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi sejak tahun 2014.

Adapun NT Corp merupakan kelompoik usaha yang bergerak di bidang palm oil plantation, properti, energi, dan media.

Kelompok usaha ini dibangun oleh Ir. Nurdin Tampubolon sejak tahun 1992, dan kini seluruh anak usaha NT Corp dikendalikan oleh para profesional. Nursin Tampubolon sendiri saat ini lebih banyak aktif di dunia politik, dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Ketua Fraksi Partai Hanura, dan anggota Komisi XI DPR RI periode 2014 -2019. (Wan)

 

Categories: Hi-Tech

Comments are closed

Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu